Kamis, 29 April 2010

motivasi menulis

gembangkan Ide

Pak Hernowo, sebagaimana saran Pak Her, saya telah memilih satu ide—di antara banyak ide yang berkecamuk di benak saya—dan saya ingin mengembangkan ide yang saya pilih itu menjadi sebuah tulisan yang berkualitas. Namun, mengapa sulit sekali ya? Saya juga sudah menggunakan metode “pemetaan pikiran” untuk membuat ide saya itu berkembang dan bercabang-cabang. Saya ingin komentar Pak Her atas apa yang saya alami ini.
Saya akan mencoba lebih dahulu mengambil poin-poin kunci yang Anda lontarkan kepada saya. Pertama, ide; kedua, memilih dan mengembangkan ide; ketiga, tulisan yang berkualitas; keempat, metode “pemetaan pikiran”, dan kelima, menuliskan ide yang sudah dikembangkan itu menjadi sajian kata-kata yang panjang, terstruktur, dan menarik.

Sesungguhnya hanya ada empat poin kunci dalam persoalan Anda. Saya menambahkan satu, yaitu poin kelima, untuk menegaskan bahwa akhirnya yang Anda ingin raih adalah tulisan yang bagus yang membuat orang lain tertarik dan mendapatkan manfaat ketika membacanya. Sesungguhnya poin kelima yang saya ungkapkan itu hampir sama dengan poin ketiga. Hanya, Anda hanya menyebut hasilnya, sementara saya lebih menekankan prosesnya. Proses dan hasil menulis sama-sama penting. Namun, melihat keseluruhan pertanyaan Anda, saya lebih menekankan prosesnya.

Nah, untuk memahami keseluruhan materi yang Anda sampaikan, silakan Anda fokus ke apa yang saya sebut sebagai cara kerja otak atau pikiran. Saya ingin mengajak Anda memahami apa yang terjadi dengan pikiran Anda ketika Anda menulis. Ketika Anda menulis (dan juga membaca), pikiran Anda benar-benar bekerja secara total dan menyeluruh. Dan, tentu, Anda harus benar-benar memahami bahwa otak Andalah yang merupakan organ-utama yang harus Anda perhatikan ketika Anda menulis.

Pertama, di dalam otak Anda, ada dua macam pikiran yang sangat berbeda. Yang satu adalah pikiran yang dihasilkan otak kiri dan yang satunya lagi dihasilkan oleh otak kanan. Otak kiri memproduksi pikiran yang teratur dan urut, sementara otak kanan memproduksi pikiran yang bebas dan acak. Nah, menulis yang baik adalah menulis yang dapat memadukan dua macam pikiran yang sangat berbeda itu. Jadi, jika Anda ingin menghasilkan tulisan yang berkualitas, Anda sudah tahu caranya bukan? Gunakanlah otak kiri dan kanan sekaligus.

Kedua, pikiran kita itu terus berubah. Ketika Anda menulis pada pukul 10.00, dan kemudian Anda berhenti menulis pada pukul 10.15, tulisan yang telah Anda hasilkan tidak berubah, namun pikiran Anda sudah berubah. Nah, jika Anda menggunakan pikiran Anda, yang terbentuk pada pukul 10.15, untuk membaca tulisan Anda yang Anda hasilkan dalam rentang waktu pukul 10.00 hingga 10.14, tentulah Anda akan kecewa. Saran saya, hindarkan untuk langsung membaca hasil tulisan Anda karena Anda akan cenderung mengoreksi dan memperbaikinya.

Ketiga, ketika Anda mengembangkan ide dengan menggunakan metode “pemetaan pikiran”, bayangkan bahwa Anda menggunakan dua otak Anda—kiri dan kanan. Akan lebih baik jika Anda lebih memebaskan diri Anda untuk secara spontan menuangkan apa saja yang ada di dalam pikiran Anda. Ini berarti, ketika mengembangkan ide, gunakanlah otak kanan dan upayakan agar otak kanan lebih dominan ketimbang otak kiri.

Semoga ada manfaatnya. Salam.[]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar